Jasa Desain Kalender

Kalendar sebaiknya didesain secara serius. Dalam beberapa klien yang kami tangani, kami telah berpengalaman dalam menyiapkan talent, melakukan selekesi talent, mencari lokasi pemotretan yang tepat, mencari properties pendukung seperti bumbu bumbu atau peralatan dapur untuk pembuatan foto makanan. Setelah semua siap, baru kami mulai melakukan proses pemotretan guna mendapatkan gambar yang cantik dan asli sesuai bisnis yang anda geluti. Artinya dalam proses pembuatan kalender, terkadang dibutuhkan waktu yang cukup lama  dalam proses pengadaan materi fotonya. Tapi memang jika anda ingin mendapatkan produk yang berkualitas, dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang harus dialokasikan untuk mendapatkannya. Dengan jasa desain kalender yang kami berikan, semua hal itu akan dapat kami tangani sehingga Anda tidak perlu membuang waktu, tenaga dan pikiran dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Kami memberikan jasa pembuatan kalender baik dalam bentuk jasa desain kalender meja maupun jasa desain kalender dinding beserta jasa cetaknya sekaligus.

Tips Branding

Branding menjadi faktor yang sangat kuat untuk proses pembelian. Bahkan mungkin dapat dikatakan orang membei brand dulu sebelum membeli produk, karena umumnya pertama kali pembeli akan melihat brand untuk melakukan pembelian suatu produk. Untuk kelas atas mereka akan mencari di brand kelas atas. Begitu juga untuk kelas menangah. Misalnya saat hendak membeli ponsel, calon pembeli ponsel memiliki kecenderungan untuk mencari brand ponsel yang sesuai dengan segmen mereka, baru kemudian mencari tipe yang disukai. Contohnya, bagi high segmen, mereka mungkin akan melihat brand Samsung/Iphone, baru kemudian orang tersebut mencari tipe yang sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan kelas menengah, mungkin mereka akan mencari ponsel Xiaomi atau Asus baru mereka akan mencari spek yang sesuai di dalam brand tersebut. Untuk itu penting sekali setiap produk yang dihasilkan memiliki sinkronisasi dengan brand yang hendak Anda buat. Buat kesan yang kuat pada brand Anda, tentukan dengan jals kesan apa yang ingin anda tanamkan di benak konsumen (murah dan cukup bagus/mahal tapi kualitas sangat baik dan bergengsi/produknya paling awet dll), dari persepsi yang ingin anda ciptakan itulah kriteria Anda mengeluarkan produk dan desain komunikasi visual yang sesuai. Bila anda meluncurkan banyak produk yang kurang sinkron dengan positioning brand Anda (terkadang produknya murah dan bagus, kadang produknya murah tapi kurang bagus, kadang mahal dan bagus, kadang awet, kadang kurang awet dst), maka konsumen akan bingung dan tidak memiliki kesan yang kuat pada brand Anda. sehingga next time mungkin mereka tidak akan memilih brand anda sebagai pilihan pertama. Karena ingat sekali lagi, dengan banyaknya informasi saat ini, manusia lebih ingin berpikir simpel, dan itu artinya mereka hanya berpikir tentang kesan utama dari suatu brand dalam menentukan step awal proses pembelian.

Tips dalam membangun brand

  1. Terlalu beorientasi pada konsumen, kurang menganalisa kompetitor

Umumnya suatu perusahaan pasti mencoba mencari kebutuhan dari target konsumennya. Namun terlalu fokus pada konsumen dapat berujung pada produk yang ternyata telah banyak dibuat oleh perusahaan lain. Ada kalanya menganalisa kompetitor dan membuat produk yang berbeda dari mereka akan lebih membantu mendapatkan ceruk pasar yang baru dibandingkan harus bertempur di pasar yang sama.

  1. Buat strategi dulu, baru merek

Merk yang menarik memang bagus, tapi lebih baik bila merek disesuaikan dengan strategi yang ada sehingga saat calon klien mendengar merk tersebut, mereka langsung tahu positioning/kelebihan produk Anda.

  1. Pengembangan merek

Saat merek anda telah menjadi besar, akan banyak godaan untuk terus mengembangkan merek-merek turunan baru. Misalnya yahoo yang memiliki turunan Yahoo Mail, Yahoo Games, Yahoo Group, Yahoo Pager dst. Sementara Google fokus pada search engine, meski saat ini Google juga mulai mengembangkan usahanya. Namun pada intinya,  jangan sampai banyaknya merek turuan membuat anda kehilangan fokus di mata konsumen.